Antibiotik memiliki sifat antibakteria yang dapat digunakan untuk membunuh atau menyahkan pertumbuhan bakteria. Antibiotik umumnya banyak ditemukan dalam bentuk ubat. Namun, sebenarnya beberapa bahan alami di sekitar anda ditemukan memiliki sifat antibiotik ini. Apa bahan antibiotik alami yang tersedia ada di sekitar anda? Semak 5 bahan di bawah ini.

1.Madu

Honey, Honeycomb, Honey Bee.

Madu dalah antibiotik alami tertua yang pernah ditemukan. Sejak zaman dahulu, penduduk Mesir sering menggunakan madu sebagai antibiotik alami dan pelindung kulit. Madu mengandung hidrogen peroksida yang yang berperanan sebagai komponen zat antibakteri.

Selain itu, madu memiliki tingkat pH yang rendah sehingga dapat berfungsi menarik wap air dari bakteria, sehingga bakteria mengalami dehidrasi dan akan mati.

Untuk menggunakan madu sebagai antibiotik, sapukan terus ke area tubuh yang mempunyai jangkitan. Madu asli dapat membantu membunuh bakteria dan membantu proses penyembuhan.

Jika infeksi yang terjadi ada di dalam bagian tubuh, minum madu untuk membantu proses penyembuhannya. Anda dapat menelannya secara langsung atau dicampur dalam secawan teh panas. Namun, madu tidak boleh diberikan pada bayi kurang dari satu tahun sebab madu mungkin mengandung bakteria yang dapat menghasilkan racun di usus bayi.

2. Ekstrak bawang putih

Bawang putih adalah zat alami sebagai antimikroba. Satu penyelidikkan yang diterbitkan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology pada 2011 menemukan bahawa bahan dalam bawang putih efektif melawan bakteria. Oleh karena itu, tidak heran jika bawang putih sering digunakan sebagai antibiotik alami dari zaman dahulu.

Terdapat juga ekstrak bawang putih di farmasi atau juga boleh membuatnya sendiri dengan merendam beberapa ulas bawang putih dicampur bersama minyak zaitun.

Bawang putih umumnya aman untuk dikonsumsi. Namun, bawang putih yang terlalu banyak dapat menyebabkan terjadinya perdarahan dalam. Dua ulas bawang putih setiap hari masih dapat diterima tubuh dengan baik.

Sekiranya anda sedang menjalani proses rawatan mencairkan darah perlu meminta nasihat dktor terlebih dahulu sebelum menggunakan bawang putih sebagai antibiotik. Bawang putih dalam pengambilan yang banyak dapat memperkuat efek pencairan darah

3. Minyak cengkeh

Dilansir dari Brazilian Journal of Microbiology, minyak cengkeh memiliki sifat antibakteria. Minyak cengkeh ditemukan dapat menghambat pertumbuhan bakteria negatif mahupun bakteria positif. Kerana sifat ini, minyak cengkeh dapat digunakan sebagai antibiotik alami untuk melawan bakteria. Bukan hanya dapat melawan bakteria, tetapi minyak cengkeh juga  memiliki sifat antifungi dan memiliki komponen antioksidan di dalamnya.

4. Minyak oregano

Minyak oregano diuji dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bertindak sebagai antioksidan yang memiliki sifat anti-inflamasi. Sayangnya, belum ada penelitian yang membuktikan kebenaran ini. Namun, beberapa kajian menunjukan bahwa minyak oregano memiliki sifat seperti ubat antibiotik.

Selain itu, minyak oregano memiliki senyawa bernama carvacrol. Carvacrol memiliki peranan penting untuk membantu proses penyumbuhan dari infeksi ketika menyerap di tubuh. Minyak oregano sering digunakan untnuk menyembuhkan luka dan meredakan peradangan.

5. Minyak thyme

Minyak ini terbukti dapat membantu melawan bakteria. Dalam Journal Medicinal Chemistry tahun 2011, para peneliti menguji kekuatan minyak thyme dan membandingkannya dengan minyak lavender. Kedua minyak ini diuji pada lebih dari 120 jenis bakteria. Beberapa bakteria yang diujikan adalah Staphylococus, Escherichia, dan Enterococcus.

Para peneliti menemukan bahawa minyak thyme lebih efektif dalam membunuh bakteria daripada minyak esensial lavender. Minyak thyme ini digunakan hanya untuk pemakaian luar. Sebelum disapukan ke kulit yang mengalami peradangan dan jangkitan, minyak thyme harus dilarutkan terlebih dahulu. Larutkan minyak thyme ke dalam minyak kelapa atau minyak zaitun.

Ingat, bukan semua sesuai untuk setiap orang. Terutama jika anda punya kondisi atau alergi tertentu. Bila merasakan gejala-gejala infeksi bakteria seperti demam, periksa ke doktor. Kemudian tanyakan pada doktor apakah anda boleh makan ubat antibiotik alami untuk mempercepat penyembuhan dan apa saja efek sampingnya.

Tanpa pengawasan doktor, anda tidak disarankan untuk mengubati diri dengan ubat antibiotik alami.

SUMBER: HELLOSEHAT

 

Tinggalkan Komen