Untitled design (2)

Allah selalu memberikan segala keperluan kita, dan memberi rezeki. Tetapi, kita diperintahkan oleh Allah untuk memohon dan meminta kepada-Nya. Memohon dan meminta sering kali kita sebut dengan "Doa".

Doa merupakan senjata yang paling dahsyat bagi orang beriman, aktiviti ibadah yang mudah dilakukan. Betapa dahsyatnya kekuatan doa yang dilantunkan oleh orang-orang yang yakin, bahawa Allah akan mengabulkan segala doa-doanya. Banyak contoh dari orang-orang terdahulu, bagaimana lantunan doa dapat mengubah sesuatu yang mustahil dapat dilakukan, tentu hal itu adanya kekuatan dari Allah SWT, Zat Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa.

Oleh sebab itu, manusia diperintahkan untuk berdoa kepada-Nya. Doa yang dihiasi dengan sikap merendah disertai dengan pengaharapan dan keyakinan, bahawa doanya dapat dikabulkan.

Apakah anda terdorong untuk berdoa? Jika doa anda ingin dikabulkan oleh Allah, maka tanamkan dalam diri anda keyakinan, bahawa Allah akan mengabulkan doa anda.

IKLAN

Berdoa Dalam Sujud

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ :(( فَأمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ الرَّبَّ – عَزَّ وَجَلَّ – ، وَأمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ ، فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ .

IKLAN

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun ketika rukuk, maka agungkanlah Allah. Sedangkan ketika sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, maka doa tersebut pasti dikabulkan untuk kalian.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 479]

IKLAN

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( أَقْرَبُ مَا يَكُونُ العَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa saat itu.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 482]

Sumber kredit: Amatul Mukminin