Kadangkala sewaktu sendirian, mesti akan terlintas di minda mengenai dosa-dosa kita. Sempatkah kita bertaubat? Bagaimanakah keadaan kita apabila disoal malaikat di dalam kubur nanti ? Cukupkah amalan di dunia untuk menyelamatkan kita dari azab kubur?
Kali ini, Hijabista ingin berkongsi beberapa tips untuk melepaskan diri dari seksa kubur. Sememangnya kita semua tak lari dari melakukan dosa tetapi yang penting niat kita untuk berubah menjadi muslim sejati.
Sentiasalah baca Al-Quran kerana Al-Quran memberikan sinar cahaya pada pembacanya dan juga kediamannya.
Ads
Dengan Al-Quran, malaikat akan menyoal kita dengan lemah lembut.
Cuba semasa hidup ini kita usahakan untuk menghafaz surah Al-Mulk.
Ads
Jangan lupa berselawat, cintailah Nabi dengan sepenuh hatimu.
Sesungguhnya tiada manusia yang sempurna kerana ternyata kita semua adalah pendosa yang tidak lari dari melakukan kesilapan. Sama-samalah kita mencari keredhaan Tuhan dalam hidup ini. Amalkanlah amalan yang baik walaupun hanya sekecil zarah kerana yang penting adalah istiqamah kita.
Merenung di persekitaran ini banyak golongan ini yang rajin solat tetap miskin, tapi yang sering melakukan maksiat tidak solat lebih kaya. Mungkin di atara mereka itu teman dan saudara kita yang jarang solat apa lagi zikir dan tanpa amalan-amalan tertentu, boleh kaya dan makmur hidupnya. malah yang sering solat dan zikir hidupnya biasa-biasa sahaja.
Yang rajin solat malah susah dan miskin
Yang tidak pernah solat malah kaya raya
Yang muslim banyak yang kurang bijak
Yang kafir malah banyak yang pintar
Ini fakta:
Seharusnya kalau muslim menyandarkan kepada yang Maha Besar, pencipta langit dan bumi seharusnya tidak seperti itu.
Biasa terjadi dalam golongan ini, ada yang mempunyai limpahan rezeki namun ia adalah orang yang gemar maksiat. Misalnya ia tempuh jalan kesyirikan melalui ritual persugihan, dan benar ia cepat kaya.
Ketahuilah bahwa mendapatkan limpahan kekayaan seperti itu bukanlah suatu tanda kemuliaan, namun itu adalah istidraj.
Istidraj ertinya suatu perangkap berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (perangkap berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadis ini dilihat dari sisi lain).
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44)
Dalam Tafsir Al Jalalain (hal. 141) disebutkan, “Ketika mereka meninggalkan peringatan yang diberikan pada mereka, tidak mau mengindahkan peringatan tersebut, Allah buka pada mereka segala pintu nikmat sebagai bentuk istidraj pada mereka.
Sampai mereka berbangga akan hal itu dengan sombongnya. Kemudian kami siksa mereka dengan tiba-tiba. Lantas mereka pun terdiam dari segala kebaikan.”
Syaikh As Sa’di menyatakan,
“Ketika mereka melupakan peringatan Allah yang diberikan pada mereka, maka dibukakanlah berbagi pintu dunia dan kelezatannya, mereka pun lalai. Sampai mereka bergembira dengan apa yang diberikan pada mereka, akhirnya Allah menyiksa mereka dengan tiba-tiba. Mereka pun berputus asa dari berbagai kebaikan. Seperti itu lebih berat siksanya. Mereka terbuai, lalai, dan tenang dengan keadaan dunia mereka. Namun itu sebenarnya lebih berat hukumannya dan jadi musibah yang besar.” (Tafsir As Sa’di, hal. 260).
Kesimpulannya adalah, banyak muslim yang tidak sepenuhnya muslim, maksudnya tidak sepenuhnya menyerahkan diri kepada Kekuatan dan Ilmu-Nya, dan lebih menuhankan ratio akal pikirannya. Mereka lebih percaya kecerdasannya dari pada kecerdasan Allah Yang Pemurah. Tapi itu bukanlah anda.
Contoh: Sedekah ilmu kaya, itu Janji Tuhan. Dan kita ternyata sukar sekali percaya Ilmu Tuhan tentang sedekah. Tawakal dan adalah saranan mendapatkan rezeki tak terduga.
Dan kita masih seringkali kalah sebelum tawakal. Sabar dan solat adalah penolong. Kita lebih banyak meminta tolong kepada mahluk dan masih banyak sekali yang lainnya.
Tetapi marilah sejenak lupakan antara muslim miskin dan non-muslim yang kaya raya. Sejenak renungkan bahawa kaya dan miskin tetaplah ujian. Kaya dan miskin adalah ukuran dunia sahaja sementara kalau kita membicarakan akhirat bukan melalui kaya dan miskin secara material semata namun lebih kepada kaya hatinya.
Bagi muslim yang ingin kaya maka berusahalah sebagaimana non muslim yang bekerja dan berusaha keras untuk merubah nasib. Jadikan usaha mereka sebagai contoh terbaik.
Bezanya non muslim lebih mentuhankan kecerdasan sendiri, sedangkan muslim seharusnya tidak demikian. Ia tetaplah berusaha keras dengan bekerja sebaik mungkin kemudian percaya akan kuasaNya.
Syukurilah di saat ini kita masih mempunyai rezeki dariNya tanpa harus iri dengan kenikmatan orang lain percayalah Allah sudah menyiapkan yang terbaik untuk hambanya yang rajin menyiapkan untuk di akhirat nanti.
Sumber: Amal Makruf
Tampil #1 on top dengan fashion muslimah terkini di HIJABISTA!
Download sekarang di
Selain daripada membaca Al-Quran ataupun mengerjakan solat sunat selepas solat, amalan membaca doa juga amat disarankan supaya kita mendapat ganjaran pahala dari-Nya serta dapat mendekatkan diri dengan Allah S.W.T.
Pilihan doa dibawah ini merupakan pilihan doa yang mudah dan ringkas untuk dibaca dan diamalkan selepas menunaikan solat fardhu.Tidak kira bila dan dimana, pilihan doa pendek ini memiliki kebaikannya tersendiri. Semoga amalan ini diterima oleh-Nya dan selalu diberkati oleh Allah S.W.T. Selamat beramal!
“Dengan nama Allah, yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Selawat dan salam ke atas junjungan besar Nabi Muhammad yang semulia-mulia pesuruh-Nya, serta ke atas keluarga dan sekalian sahabat-sahabatnya.”
“Ya Allah! Hidupkanlah kami dengan iman dan matikanlah kami dengan iman, serta masukkanlah kami ke dalam syurga bersama-sama iman. Ya Allah! Ampunilah segala dosa-dosa kami dan dosa-dosa kedua ibubapa kami. Kasihanilah kedua ibubapa kami sepertimana mereka berdua mengasihani kami sewaktu kami masih kecil.”
“Ya Allah! Akhirilah umur kami dengan kesudahan yang baik dan janganlah Engkau akhiri umur kami dengan kesudahan yang tidak baik. Ya Allah! Janganlah kiranya Engkau pesongkan iman kami sesudah Engkau kurniakan kepada kami petunjuk. Anugerahilah kami rahmat kerana sesungguhnya Engkau Maha Pengurnia.”
“Wahai Tuhan kami, kurniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan juga di akhirat. Peliharalah kami daripada azab neraka. Semoga Allah mencucuri rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad dan ke atas seluruh keluarga serta sahabat-sahabat Baginda. Segala puji bagi Allah, Tuhan pentadbir seluruh alam.”
“Dengan nama Allah, yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Selawat dan salam atas semulia-mulia para nabi dan rasul, junjungan kami Muhammad dan ats keluarga dan sahabat Baginda seluruhnya.”
“Ya Allah, ya Tuhan kami! Terimalah solat dan doa kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Berilah keampunan kepada kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
“Ya Allah, jadikanlah agama kami agama Nabi Muhammad. Keislaman kami, Islam yang sebenar-benarnya. Keimanan kami, iman yang sempurna. Solat kami, solat yang khusyuk. Amal kami, amal yang soleh. Niat kami, niat yang ikhlas. Jadikanlah dosa-dosa kami, dosa-dosa yang terampun. Jadikanlah hidup dan kehidupan kami, hidup dan kehidupan para ulama. Mati kami dengan mati syahid.”
“Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam syurga bersama dengan para Nabi. Ya Tuhan kami, kurniakanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Jauhkanlah kami daripada seksaan neraka. Semoga Allah mencurahkan kesejahteraan ke atas sebaik-baik makhluknya, junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Maha suci Tuhan yang Maha Mulia daripada sebarang kekurangan. Salam sejahtera ke atas para rasul dan segala puji hanya bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”
Bacaan Rumi:
Bismillahirrahmanirrahim, alhamdulillahi robbil ‘alamin, wassolatu wassalam ‘ala saiyyidil mursalin wa imamil muttaqin, wa ‘ala alihi ahli baitihi wasohbihi ajmain.
Allahumma inna nas aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil ilmi wabarakatan fil rizki, watau batan qoblal maut warahmatan indal maut, wa magfiratan ba’dal maut.
Allahumma hauwin alaina fil sakaratil maut, wannaja ti minannar wa afwa indal hisab.
Rabbana laa tuzig kulubana ba’ da iz hadaitana wa hablana min ladunka rahmah, innaka antal wahhab.
Allahhuma ahyina bil imaan, wa amitna bil imaan, wa adkhilnal-jannata ma’al imaan.
Allahumagfirlana zunubana waliwa-lidaina war hamhumma kama robbayana soghri-ro.
Allahummahtim lana bi husnil-khotimah, wala tahtim alaina bi suu-il-khotimah.
Wassalallhu ‘ala saiyidina muhammadin wa ala alihi wa sohbihi wassalam, walhamdulillahi robbil alamin.
Maksud Doa:
“Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Selawat dan salam ke atas penghulu para rasul dan ikutan orang-orang bertakwa (Nabi Muhammad), serta ke atas keluarga dan sekalian sahabat-sahabatnya.”
“Ya Allah! Ringankanlah ke atas kami semasa sakaratul maut, lepaskanlah daripada api neraka dan kemaafan semasa diadakan perhitungan (hisab). Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pesongkan hati kami setelah mana Engkau berikan petunjuk kepada kami. Berikanlah kami rahmat dari sisiMu, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan Maha Pemberi.”
“Ya Allah! Hidupkanlah kami dengan iman dan matikanlah kami dengan iman, serta masukkanlah kami ke dalam syurga bersama-sama iman.”
“Ya Allah! Ampunilah segala dosa-dosa kami dan dosa-dosa kedua-dua ibu bapa kami. Kasihanilah kedua ibu bapa kami sebagaimana mereka berdua mengasihani kami semasa kami masih kecil.”
“Ya Allah! Akhirilah umur kami dengan kesudahan yang baik dan janganlah kiranya Engkau akhirkan umur kami dengan kesudahan yang tidak baik. Wahai Tuhan kami, kurniakan kepada kami kebaikan di dunia dan juga di akhirat. Peliharalah kami daripada azab api neraka. Semoga Allah mencucuri rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad dan ke atas seluruh keluarga serta sahabat-sahabat baginda. Segala puji itu bagi Allah, Tuhan pentadbir seluruh Alam.”
Doa yang keempat adalah doa ringkas yang anda boleh membaca selepas solat Maghrib.
Bacalah “Allahumma Ajirnii Minan-nar “ sebanyak 7 kali.
Maksud doa:
“Ya Allah, lindungilah aku daripada api neraka” sebanyak 7 kali. Sesungguhnya apabila engkau mengucapkannya kemudian engkau mati malam itu, engkau pasti dilindungi daripada neraka. Dan ucapkan juga selepas solat subuh. Sesungguhnya jika engkau mengucapkan kemudian engkau mati pada hari itu, engkau pasti dilindungi daripada neraka.”
(Riwayat Abu Daud)
Doa selepas solat kelima iaitu doa yang terakhir juga merupakan doa yang anda boleh membaca selepas solat Maghrib.
Anda boleh membaca “Laa Ilaha Illallahu Wahdahu Laa SyariiKalah, Lahul-Mulku Walahul-Hamdu, Yuhyi Wayumitu Wahuwa ‘Ala Kulli Syai’in Qodir “ sebanyak 10 kali.
Maksud doa:
Siapa yang membaca, “Tiada tuhan yang patut disembah selain Allah semata yang tiada sekutu bagiNya. MilikNya segala kerajaan dan bagiNya segala pujian. Dia Maha Menghidupkan lagi Maha Mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu” sebanyak 10 kali selepas Maghrib, pasti Allah akan mengirimkan sepasukan malaikat bersenjata yang menjaganya daripada syaitan sehingga pagi hari, Allah akan memberikan 10 pahala yang menghantarnya ke syurga, menghapuskan 10 dosa yang mencelakakannya, dan bacaan itu sama nilainya dengan memerdekakan 10 orang hamba mukmin.
Bulan ini, Hijabista menghasilkan Majalah Hijabista Edisi Jawi menampilkan Nur Fazura sebagai penghias wajah hadapan. Menariknya, dengan setiap pembelian para pembeli akan menerima dua helai tudung istimewa.
Majalah ini boleh dibeli di laman Shopee Karangkraf Mall Official Store dengan harga RM29.90 sahaja. Berbaloi-baloi, beli majalah dapat pula dua tudung istimewa. Boleh dibeli di sini: Shoppe
Tampil #1 on top dengan fashion muslimah terkini di HIJABISTA!
Download sekarang di
Kes rumah tangga antara Joy Revfa dan Hafiz Hamidun sampai pada tahap kritikal. Kedua-duanya dilihat berbalas serangan di media memberitahu apa yang terjadi. Segala yang berlaku antara mereka didedahkan tanpa berselindung. Tidakkah keduanya tahu hukum HALAL HARAM apa yang telah mereka lakukan?
Jika diimbas perkahwinan keduanya hanya mampu bertahan hanya beberapa bulan sahaja sebelum terjadinya perselisihan antara pasangan suami isteri ini. Walaupun pihak mahkamah sudah mengesahkan perceraian Joy dengan suami keduanya adalah sah, tetapi ia tidak dapat membantu mempertahankan rumah tangga yang dibina.
Dalam hal ini, apakah benar tindakan Joy sebagai seorang isteri yang dilihat lantang bersuara mempertahankan dirinya berhubung kemelut antara dia dengan Hafiz. Malah Joy dikatakan tidak teragak-agak membuka cerita seperti mengaibkan Hafiz sebagai suaminya.
Dalam sesebuah perkahwinan, dosa dan pahala seorang isteri itu terletak pada bahu suaminya. Oleh sebab itu, seorang isteri perlu menjaga adab dan batas tertentu sebagai seorang isteri. Jangan sesekali menjatuhkan maruah atau mengaibkan pasangan masing-masing.
Hal ini dijelaskan oleh Ustaz Azhar Idrus yang memberitahu wanita ini Allah jadikan seluruh tubuhnya lemah tetapi lidah mereka sangat gagah. Jadi perlu berhati-hati dengan apa yang diucapkan dari bibirnya. Ini kerana boleh menyebabkan berlakunya sebarang perkara tidak diingini.
Menurut Ustaz Azhar, HARAM bagi seorang isteri itu menjatuhkan AIB suami. Begitu juga suami yang HARAM mengaibkan ISTERI. Namun sekarang sudah menjadi lumrah dalam sesebuah perkahwinan setiap pasangan saling mengutuk antara satu sama lain.
Tambahnya lagi, perempuan memang terkenal dengan sifat yang sukar menjaga tutur kata. Tetapi dia turut mengingatkan jangan melakukan itu pada suami kita sendiri kerana suami adalah orang yang paling banyak tahu rahsia luar dan dalam.
Wallahualam
Tampil #1 on top dengan fashion muslimah terkini di HIJABISTA!
Download sekarang di
Cushion cepat oksida boleh membuatkan solekan menjadi kusam dan tidak sekata. Ketahui 7 cara mudah untuk mengelakkan masalah ini supaya makeup kekal segar dan tahan lama.